
disela istirahku
kupandangi potretmu
yang tersaji rapi disudut ruangan ini
ku kecup kening,membekas dikaca piguranya
kini kutatapi sayu pandang mata beningmu
terlukis dibeningnya getir perjalananmu
paras anggun itu
kini berubah legam terrampas waktu
namun ku tahu kau tetaplah ayu
tahukah kau
duhai bidadari surga
tak lelah kucipta rindu untukmu slalu
karena kutahu kau tercipta
untuk ku sembah tak ragu
aku rindu padamu
duhai ambu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar