Minggu, 30 Januari 2011

Untukmu Pehuni Surga


kupandang dan kumaknai peci yang kau kena

gagah kau kenakan itu

terpancar pesona keimanan diparasmu

walau kutahu sungguh berat bebanmu

yang memikul kehidupan atas diriku

duhai engkau penghuni surga

bekas luka dibahu itu

goresan ditapak kakimu itu

yang ceritakan perjuanganmu

padaku

sempatku bertanya pada tetes peluh

yang menempel dikerah bajumu

tercium harum kasturi memang

harum keikhlasan semerbak

membisikan ketegaran atas perjuanganmu

duhai engkau penghuni surga

aku jantungmu

yang kini membujuk Tuhanku

untuk menyayangimu

serupa engkau menyayangiku

tersenyumlah aku yang akan menjadi saksi

atas segala perjuanganmu

Untukmu Bidadari Surga


disela istirahku

kupandangi potretmu

yang tersaji rapi disudut ruangan ini

ku kecup kening,membekas dikaca piguranya

kini kutatapi sayu pandang mata beningmu

terlukis dibeningnya getir perjalananmu

paras anggun itu

kini berubah legam terrampas waktu

namun ku tahu kau tetaplah ayu

tahukah kau

duhai bidadari surga

tak lelah kucipta rindu untukmu slalu

karena kutahu kau tercipta

untuk ku sembah tak ragu

aku rindu padamu

duhai ambu