Kamis, 27 Oktober 2011

adalah kemarin


dan benar yang kusebut bahagia itu adalah kemarin
dimana kumampu menikmati manis laku segalamu sepenuhnya
dan kini benar pulalah indah itu adalah sekarang
dimana rindu tersaji bumbui rasa
katakanlah sepi itu adalah nikmat
dimana doa selalu terijab

kecupmu

kecupmu kecup mesra
kecupmu kecup manja
kecupmu kecupi segala

harus dengan apa ku balas
aku hanya miliki sepintal ikhlas

melumati adamu

Kamis, 17 Februari 2011

Purnamaku

Purnama menaungi cakrawala malam...
dan kukira tampiasnya menembus langit hatimu..
Senang rasanya...
menatapmu walau hanya dari kejauhan ini
kupejam mata, kusemat bait salam & doa,
...untukmu pujanggaku...

Bersama kita melukis kerinduan dlm kebisuan
yg berkuaskan cahya purnama...
lihatlah...
irama kalbu kita terukir indah dilangit mlm,
tersenyumlah sayang...
aku disini merenda cinta untukmu...

Senin, 07 Februari 2011

catatanku untukmu

ada binar mentari
terselip diantara sayu pandangmu
dan kutahu itu adalah doa yang kau cipta untukku tak lelah
ada bening mengalir dipipimu
dan kutahu itu adalah badaian harap yang bermuara diubunku
ada lembutnya sutra
yang menyentuh bahuku
dan kutahu itu adalah telapak tanganmu
yang mengokohkan tubuhku
ada tutur dibibir pusakamu
dan kutahu itu adalah petuah
yang bersarang didarah dan nadiku
ya..kau sematkan disanubariku
carilah Tuhanmu dengan iman dan jujurmu

Minggu, 30 Januari 2011

Untukmu Pehuni Surga


kupandang dan kumaknai peci yang kau kena

gagah kau kenakan itu

terpancar pesona keimanan diparasmu

walau kutahu sungguh berat bebanmu

yang memikul kehidupan atas diriku

duhai engkau penghuni surga

bekas luka dibahu itu

goresan ditapak kakimu itu

yang ceritakan perjuanganmu

padaku

sempatku bertanya pada tetes peluh

yang menempel dikerah bajumu

tercium harum kasturi memang

harum keikhlasan semerbak

membisikan ketegaran atas perjuanganmu

duhai engkau penghuni surga

aku jantungmu

yang kini membujuk Tuhanku

untuk menyayangimu

serupa engkau menyayangiku

tersenyumlah aku yang akan menjadi saksi

atas segala perjuanganmu

Untukmu Bidadari Surga


disela istirahku

kupandangi potretmu

yang tersaji rapi disudut ruangan ini

ku kecup kening,membekas dikaca piguranya

kini kutatapi sayu pandang mata beningmu

terlukis dibeningnya getir perjalananmu

paras anggun itu

kini berubah legam terrampas waktu

namun ku tahu kau tetaplah ayu

tahukah kau

duhai bidadari surga

tak lelah kucipta rindu untukmu slalu

karena kutahu kau tercipta

untuk ku sembah tak ragu

aku rindu padamu

duhai ambu