mengurai harap
dihamparan malam mendekap
mehitung khilap lalu tak terhitung
dan kini meminta bening ucap tak berujung
izinkan aku memasuki pintu yang terbuka itu
walau kutahu tubuhku luka penuh hina
dipintu yang terbuka itu
izinkan pulalah aku untuk mengucap pinta
ya pinta atas bening itu
tak ada mahar yang kupersembahkan padamu
hanya saja ada secuil sesal
yang kini kian membesar.;
dihamparan malam mendekap
mehitung khilap lalu tak terhitung
dan kini meminta bening ucap tak berujung
izinkan aku memasuki pintu yang terbuka itu
walau kutahu tubuhku luka penuh hina
dipintu yang terbuka itu
izinkan pulalah aku untuk mengucap pinta
ya pinta atas bening itu
tak ada mahar yang kupersembahkan padamu
hanya saja ada secuil sesal
yang kini kian membesar.;

Tidak ada komentar:
Posting Komentar