Kamis, 26 Juli 2012

sesal

mengurai harap
dihamparan malam mendekap
mehitung khilap lalu tak terhitung
dan kini meminta bening ucap tak berujung

izinkan aku memasuki pintu yang terbuka itu
walau kutahu tubuhku luka penuh hina
dipintu yang terbuka itu
izinkan pulalah aku untuk mengucap pinta

ya pinta atas bening itu
tak ada mahar yang kupersembahkan padamu
hanya saja ada secuil sesal
yang kini kian membesar.;

Gamang

ini bukan realita
hanya imajinasi saja
atau hanya fatamorgana dari mimpi yang sekelebat ada

dari langkah yang terayun mengulang kedepan
terasa mengambang serupa perahu layar diatas lautan
tanpa nahkoda hanya tertiup angin tanpa tujuan
oh jangan serupa itu sungguh harapan

ada doa yang diucapkan
serupa daun kering yang berjatuhan
bila tak ada keyakinan
sungguh tak guna itu dilantunkan

kata terhambur dengan lepas
hanya terhempas dan tak jelas
serupa badai yang deras
mengikis pribadi lugas

ironi sungguh ironi
bila diri ingin di fuji
apa yang kita miliki
selain
segunung nista
selaut dosa

Jumat, 13 Juli 2012

ketika Tuhan tiada

Ketika hujan tak memberi basah
ketika pelangi tak memberi indah
ketika mimpi tak memberi harapan
bahkan jauh dari harapan
dan ketika doa hanya jadi pelampiasan
atau
lebih jauh dari sisi yang nakal
ketika cinta tak memberi cinta
lalu dimana letak Tuhan
kita.

senja ini menjadi saksi

di ujung sana mungkin kau
menunggu disetiap helaian waktu
bersahabat rindu
menggauli kalbu
engkau tahu belahan jiwaku
tak ubahnya serupa dirimu
aku pun begitu

senja yang kini tersaji
menjadi saksi
tautan dua hati

bila nanti senja ini berganti dengan pekatnya malam
maka hadirkanlah rembulan dilangit jiwamu
biar ia menerangi ruang kalbumu
pastilah engkau tahu
bahwa rembulan itu adalah aku

bukan siapa siapa


 memandang dan menatap wajahmu
menyirat berbaris cerita
cerita kehidupan
pahitnya
manisnya
menyatu dalam gelombang darahmu
nadi yang mengalir lelah
menjadi saksi getirnya jalanmu
kau belajar ungkapkan kata ikhlas
sulit memang
namun kau berusaha menjadikannya
pondasi yang kokoh
karena itulah dasar hidup sesungguhnya
segala yang tergaris
adalah garis jalan takdirmu
ikhlasmu
penentu
akhirmu


Dusta bila

dusta bila aku mengucap rindu padaMU
bila darah ini masih panas mengalir 
menggauli nistaku
TUHAN,aku malu